26/05/16

Hantukah Itu?

Kamis malam. Terlalu banyak ia tidur hari ini, karena pesanan telah selesai. Sehabis mencuci alat-alat sarapan, M0kka selonjoran di balai-balai hingga terlelap. Jam duabelas lebih sedikit M0kka terbangun oleh bunyi berdebam di luar. Ia melongok dari lubang angin, tidak ada apa-apa. Dibenahinya kancing blus bagian atas, lalu bergegas keluar melalui jendela. Kunci pintu masih rusak, jadi untuk sementara M0kka keluar-masuk rumah lewat jendela yang telah dicongkelnya sendiri.
Setelah mencapai bordes kecil tempat anak tangga pertama bermula, ia sudah bisa menyaksikan kerumunan besar orang di kejauhan. Pasti ada kejadian. 

Pak Subur yang doyan makan jerohan dan merokok merk buah di sebelah rumahnya itu memberi kabar dengan santai,
"Ada tabrakan metrokeliling dengan tiga mobil lain dan empat motor. Dua orang mati di tempat,"
"Ohya?!"
"Tau darimana, pak? Kan pak Subur ngga kliatan habis dari sana." M0kka menunjuk ke perempatan tempat kejadian nun jauh.
"Saya lihat tadi salah satu rohnya yang mati lari-lari ke sini berdarah-darah." Jawabnya acuh tak acuh.
"Trus, kemana dia?" tanya M0kka.
"Gak tau deh. Lagi cari pertolongan kalik. Paling-paling entar malam ada yang nangis-nangis di lorong." Pak Subur melengos bergantian menghirup ulang asap rokok cap buah yang sudah dikeluarkannya tadi.
M0kka angkat bahu, lalu kembali ke rumah. 

Malam Jum'at. Teman-teman di grup watsap ramai berceloteh tentang hantu, rumah tua angker, pohon beringin bergenderuwo, kunti yang melayang, dan sebagainya.
Tadi siang, M0kka malas makan. Tepatnya malas memasak. Kalau Kodda menginap, barulah ia menanak nasi dan menggoreng tempe, ditambah merebus ketimun dan sawi. Karena cuma sendirian ia lebih memilih ngemil krupuk dan kripik oleh-oleh dari kantor Kodda.
Malam ini perut lapar tidak tertahan. Terpaksalah ia merebus mie instan sekaligus dua bungkus. Lalu menyantap dengan cepat supaya rasa lapar segera hilang. Tidak ada yang salah dengan menyantap mie instan dua bungkus.

M0kka belum mengantuk, ia mengambil kotak jahit dan kaos-kaos yang sudah dipilihnya kemarin. Hobi baru M0kka, memodifikasi kaos-kaos menjadi baju trendy. Kemarin ia berhasil mendapatkan aneka kancing, gesper kepala, benang warna-warni dan cat untuk pakaian.
Grup watsap masih riuh dengan celotehan seputar fenomena malam jum'at.
Sayup-sayup telinga M0kka menangkap suara tangis. Makin lama makin jelas. Tangisan itu datang dari luar jendela tempat ia keluar-masuk lima hari terakhir ini. Ia menggeleng ke kanan, berusaha mengingat-ingat. Jendela itu sudah dikunci, tapi gordennya masih tersingkap sedikit.
Perlahan-lahan didekatinya jendela sambil menggapai ujung gorden untuk ditarik rapat. Namun.... di celah gorden jendela yang tersingkap itu, sebuah kepala bergoyang-goyang.. kepala itu seperti tidak lagi ditumbuhi rambut, tampak seolah-olah basah berlumuran darah sangat banyak. M0kka hanya melihat kepala tanpa wajah, kepala yang terus bergoyang-goyang bahkan seolah hendak melayang ke langit-langit.
"Hantukah itu?!"
M0kka memejamkan matanya
----------------------
[RS]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar